| . | |||||||
![]() |
Kabupaten Klaten | ||||||
| . | |||||||
![]() |
|||||||
| . | |||||||
Regional Surakarta
Regional Kedu |
GITAR AKUSTIK Perkembangan dunia seni di Indonesia dan dunia semakin terasa. Industri musik misalnya, telah banyak inovasi-inovasi yang dilakukan untuk membuat rancangan musik dan daya tarik tersendiri bagi dunia seniman. Dewasa ini musik-musik yang dilantunkanpun bukan hanya musik-musim modern bahkan sekarang banyak ditemukan paduan antara musim modern dan tradisional. Perkembangan dunis seni tersebut ternyata mulai diakomodasi oleh masyarakat Kabupaten Klaten. Banyak dari mereka yang memproduksi gitar. Bahkan gitar tersebut tidak hanya gitar-gitar untuk konsumsi musim modern, tetapi juga musim tradisional. Seperti Kencrung (gitar kecil untuk penyayi keroncong) juga di produksi di Kabupaten Klaten ini. Sebuah inovasi yang sangat baik karena banyak ragam gitar dapat ditemukan di Kabupaten Klaten ini. Dari gitar yang berkualitas baik hingga yang bernilai pasaran. Bahkan berbagai kalangan masyarakat juga dapat memiliki gitar-gitar favoritnya sesuai dengan kemampuan finansial masing-masing. Pada mulanya industri gitar ini adalah sebuah hobi kecil-kecilan. Namun karena diimbangi kreativitas masyarakat Kabupaten Klaten yang baik sehingga menghasilkan nilai ekonomi yang lebih. MAINAN ANAK-ANAK WAYANG KULIT Kesenian wayang dalam bentuknya yang asli timbul sebelum kebudayaan Hindu masuk di Indonesia dan mulai berkembang pada jaman Hindu Jawa. Pertunjukan Kesenian wayang merupakan sisa-sisa upacara keagamaan orang Jawa yaitu sisa-sisa dari kepercayaan animisme dan dynamisme. Menurut Kitab Centini, tentang asal-usul wayang Purwa disebutkan bahwa kesenian wayang, mula-mula sekali diciptakan oleh Raja Jayabaya dari Kerajaan Mamenang / Kediri. Sektar abad ke 10 Raja Jayabaya berusaha menciptakan gambaran dari roh leluhurnya dan digoreskan di atas daun lontar. Bentuk gambaran wayang tersebut ditiru dari gambaran relief cerita Ramayana pada Candi Penataran di Blitar. Ceritera Ramayana sangat menarik perhatiannya karena Jayabaya termasuk penyembah Dewa Wisnu yang setia, bahkan oleh masyarakat dianggap sebagai penjelmaan atau titisan Batara Wisnu. Figur tokoh yang digambarkan untuk pertama kali adalah Batara Guru atau Sang Hyang Jagadnata yaitu perwujudan dari Dewa Wisnu. Wayang kulit merupakan karya seni tradisional yang terus dilestarikan dari nenek moyang hingga sekarang. Kesenian ini menjadi ciri khas orang jawa yang memiliki sejarah terkenal dan budaya. Dewasa ini wayang kulit tidak hanya berfungsi sebagai kesenian tradisional tetapi juga telah berkembang sebagai sebuah karya seni yang dapat dinikmati bukan hanya dari kalangan orang-orang seni peran saja. Wayang kulit telah berkembang sebagai salah satu cinderamata khas jawa, terutama untuk para wisatawan dari luar negeri maupun dalam negeri. Perkembangan industri wayang kulit sendiri sangat pesat untuk memenuhi pasar lokal dan internasional terutama di Pulau Jawa dan Bali. Produksi wayang kulit sendiri sekarang tidak hanya berbahan baku kulit samat dari hewan tetapi juga telah dikembangkan dari kulit sintetis dan plastik. KERAJINAN DARI BAMBU Kerajinan bambu merupakan salah satu ciri khas Klaten. Bambu yang identik dengan suasana desa menjadi daya tarik seni tersendiri. Bentuk kerajinan dari bambu ini berupa lampu dinding, tempat pensil, tempat majalah, meja, kursi, dan pernak-pernik lainnya. Kerajinan bambu ini diperuntukkan untuk memenuhi pasar lokal dan internasional. Banyak kerajinan bambu yang dipasarkan di daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, Kota Surakarta, dan Pulau Bali. |
||||||
|
| Home | Tentang Kami | Site MAP | Bantuan | Kontak Kami | Buku Tamu | Copyright © 2006 By Bakorlin II |
|||||||