.
Kabupaten Sragen
.

.
Selamat Datang di Pusat Informasi Potensi Unggulan Kabupaten Sragen Propinsi Jawa Tengah

Regional Surakarta

» Kota Surakarta

» Kabupaten Sukoharjo

» Kabupaten Klaten

» Kabupaten Sragen

» Kabupaten Wonogiri

» Kabupaten Boyolali

» Kabupaten Karanganyar

 

Regional Kedu

» Kota Magelang

» Kabupaten Magelang

» Kabupaten Temanggung

» Kabupaten Wonosobo

» Kabupaten Kebumen

» Kabupaten Purworejo

Luas lahan pertanian di Kabupaten  Sragen  mencapai  40.162 ha atau 43 % dari total  luas  wilayah. Tiap tahun 2-3 kali panen, maka luas  panen tahunan dapat mencapai rata-rata 90.000 ha. Luas panen  pada Tahun 1999 mencapai 92.909 ha. tetapi  jumlah  Produksi  gabah  hanya mencapai 471.002 ton.  Demikian juga pada Tahun  2000,  dengan  luas  panen 92.015  ha, jumlah  produksinya  hanya 480.390 ton gabah. Pada saat krisis ekonomi antara Tahun 1997 - 1998, dengan luas  panen  90.899  ha,  tetapi  produksi  gabahnya meningkat drastis mencapai sekitar  520.082 ton. Dengan produksi gabah yang demikian ini, khususnya padi/ beras meningkat secara umum, dari waktu ke waktu, jumlah produksi gabahnya relatif stabil.  Lahan sawahnya sebagian beririgasi teknis, setengah teknis, sederhana, dan tadah hujan. sedangkan tanah keringnya terdiri dari pekarangan/bangunan tegal/kebun, lahan/huma, perkebunan negara/swasta, padang/gembala rumput, dan lain-lain.


PADI ORGANIK

Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan merupakan peluang berkembangnya Pertanan Organik. Pertanian dengan sistem ini memberikan berbagai keuntungan yaitu :

- secara teknis mengembalikan kesuburan tanah.

- Secara ekonomis menjanjikan keuntungan yang lebih besar.

- heigenis (menyehatkan masyarakat)

 

Dewasa ini makanan organik semakin digemari masyarakat luas dan permintaan pasarpun semakin meningkat. Kabupaten Sragen sendiri telah sukses mengembangkan beras organik . Hingga akhir tahun 2001 telah terhampar 450 ha sawah organik dengan rata-rata produksi mencapai 5 s/d 6 ton per hektar. Pemerintah Kabupaten Sragen saat ini juga tengah merintis pengembangan pertaniaan organik untuk komoditas lain seperti melon, kacang, kedelai, kacang hijau seta sayur sayuran.


Penelitian Maastricht Ageing Belanda menyimpulkan bahwa unsur kimia dan pestisida yang terkandung dalam makanan konsumsi sehari-hari dapat menyebabkan gangguan  kesadaran (cognitive dysfunction ) seperti sulit mengeja, membaca, menulis, membedakan warna, termasuk berbicara (830 responden, 629 orang terpapar pestisida). Yang lebih berbahaya, resiko terhadap gangguan fisik otak akan semakin besar. Bagi wanita, pestisida menjadai salah satu penyebab kanker payudara (sangat rawan). Pakar kesehatan dari Perancis dan Argentina menyatakan, laki-laki yang terpapar pestisida dan zat pelarut kimia potensial mengalami masalah kesuburan/reproduksi. Menurut hasil penelitian, pestisida dan zat pelarut kimia berperan dalam penurunan jumlah produksi sperma laki-laki. Gejala ini akan meningkatakan level infertilitas/ketidaksuburan paa kaum laki-laki (Republika 28 Juli 2001).

 

Bagaimana dengan Anda? Mulailah hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang bebas unsur kimia dan pestisida.  Mulailah mengkonsumsi makanan sehat. Pencanangan trade mark Sragen sebagai Kota beras Organik dinilai akan memberi angin segar bagi para produsen beras organic local. Apalagi pada tahun 2010 mendatang, Sragen disiapkan sebagai kota produksi beras organik terbesar di Jawa tengah .sejak tahun 2001 telah dilaksanakan sosialisasi budidaya pertanian padi organic varietas menthik wangi dan IR 64. Lokasi yang dipilih adalah lahan-lahan yang bebas pencemaran air limbah. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik yang berasal dari kompos sampah dan kotoran ternak. Pengendali hama tanaman menggunakan pestisida Organik yang dibuat dari ekstrak daaun-daunan obat dan akar-akar tanaman tertentu yang mempunyai kkhasiat sebagai pengandaali tanaman paaddi. pada saat ini tercatat luas areal panen pertanian padi organik mencapai 1.450 hektar dengan produksi gabah kering panen mencapai 7.975 ton/tahun atau sama dengan 3.987.50 ton beras organic/tahun. Seluruh aktivitas Budidaya Padi Organik Sragen dibina/diawasi secara langsung dan ketat oleh dinas pertanian dan ketahanan pangan Kabupaten Sragen.Pemasaran beras organic sragen dilaksanakan oleh PD.Pelopor Alam Lestari ( PD.PAL) dengan label “Pelopor”telah dijual daan laku keras di pasar kota-kota besar seperti solo. Yogyakarta, Semarang, Bandung, Jakarta, Surabaya dan Denpasar.

 

kembali keatas

TANAMAN OBAT-OBATAN

Dibidang Perkebunan, khusus budidaya tanaman kencur dan jahe menarik untuk dikembangkan sejalan dengan meningkatnya konsumsi jamu tradisional. Keberadaan Pabrik Jamu di Wilayah eks-Karisedinan Surakarta menjamin kepastian pasar di samping kebutuhan riil masyarakat sehari-hari.


Kecuali kencur dan jahe, Sragen saat ini telah merintis pengembangan tanaman garut. berdasarkan hasil uji Laboratorium, garut ternyata memiliki kandungan serat yang sangat tingi yang dapat mencegah asam urat. Di Sragen sendiri telah berdiri Industri kecil yang mengolah garut menjadi tepung maupun makanan kecil. Saat  ini jumlah supply (persediaan) belum dapat memenuhi demand (kebutuhan). Kondisi ini telah mendorong Pemerintah Kabupaten Sragen konsisten dalam mengembangkan luasan lahan tanaman garut untuk meningkatkan produksi. 

GARUT
Di Sragen juga dikembangkan tanaman garut yang berpotensi untuk komoditi ekspor. Tanaman ini sudah lama dibudidayakan secara turun temurun. Lokasi tanaman Garut berada di Kecamatan Gesi, Mondokan, Sukodono dan Miri dengan luas areal potensional 7.828 ha. Hasil Produksi dari tanaman garut berupa tepung garut. Biasanya digunakan oleh perusahaan sebagai:

-     Bahan baku pembuatan mie puti.

-     Pengganti tepung terigu untuk pembuatan roti.

-     Bahan kosmetik untuk kecantikan.

 

Garut juga dapat dibuat menjadi emping yang rasanya tak kalah dengan emping mlinjo. Emping garut saat ini banyak diminati masyarakat domestik maupun luar daerah, sedangkan simbol berupa ampas garut dapat dibuat makanan kecil yaitu rampang garut dan apabila direbus bisa dihidangkan sebagai makanan tambahan.

BIBIT JATI UNGGUL

Di Kabupaten Sragen telah dikembangkan penanaman bibit jati oleh oleh Kebun 
Bibit Desa (KDB) Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Adapun area (lahan) yang tersedia untuk pembibitan jati seluas 1800 ha dan baru dimanfaatkan 515 ha.
Bibit jati berasal dari Perhutani Cepu, Kab. Blora dan tenaga kerja (petani) selalu tersedia. Pembibitan tanaman jati dilakukan pada bulan Juni/Juli sampai dengan bulan Oktober/Nopember (masa panen) dengan usia jati 4 (empat) bulan.


Pada Tahun 2002, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sragen memproduksi/ melaksanakan pembibitan tanaman jati sebanyak 840.000 batang dengan luas area + 2 ha berada di Desa Bendo Kec.
Sukodono.

 

kembali keatas

 
 

| Home | Tentang Kami | Site MAP | Bantuan | Kontak Kami | Buku Tamu |

Copyright © 2006 By Bakorlin II