.
Kabupaten Wonogiri
 
 
Selamat Datang di Pusat Informasi Potensi Unggulan Kabupaten Wonogiri Propinsi Jawa Tengah

Regional Surakarta

» Kota Surakarta

» Kabupaten Sukoharjo

» Kabupaten Klaten

» Kabupaten Sragen

» Kabupaten Wonogiri

» Kabupaten Boyolali

» Kabupaten Karanganyar

 

Regional Kedu

» Kota Magelang

» Kabupaten Magelang

» Kabupaten Temanggung

» Kabupaten Wonosobo

» Kabupaten Kebumen

» Kabupaten Purworejo

WANA WISATA KETU

Wana wisata Ketu berada di bagian utara dari Kota Wonogiri, dengan jarak 6 (enam) kilometer. Menempati posisi yang sangat strategis, karena berada tidak jauh dari jalan utama. Bagi wisatawan untuk mencapai obyek ini sangat mudah karena bisa ditempuh dengan angkutan umum, angkutan pribadi, maupun angkutan tradisional seperti angdong, becak. Wana wisata Ketu ini bagi masyarakat Wonogiri tidaklah asing, sebab hutan yang berpayungkan pohon pinus banyak diminati oleh kawula muda untuk mengisi acara liburan sekolah ataupun liburan nasional. Pada hasi-hari tersebut banyak tenda berdiri dibawah pepohon yang rindang. Di wana wisata Ketu ini juga terdapat petilasan Sunan Gunung Giri, maka tidak aneh jika banyak masyarakat sekitar berbondong-bondong datang berziarah. Paling ramai yaitu pada malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Wisatawan yangdatang untuk berziarah, biasanya dengan berbagai tujuan dan kepentingan serta keinginan.

 

TEMPAT PENYIMPANAN PUSAKA PANGERAN SAMBERNYAWA

Tempat penyimpanan Pusaka Pangeran Sambernyawa terletak di perbatasan antara Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Sukoharjo. Sedangkan tempat penyimpanan ini berada di wilayah Wonogiri. Kalau melihat secara seksama, bahwa tempat ini sangat strategis dan potensial untuk dikembangkan, berada pada persimpangan tiga jalan yaitu jalan menghubungkan Wonogiri dengan Sukoharjo serta jalan menuju obyek wisata batu seribu yang masih wilayah Kabupaten Sukoharjo. Pangeran Sambernyawa (Pangeran Penyebar Maut) dilahirkan di Keraton Kartasura pada Minggu Legi 4 Ruwah tahun Jimakit 1650 Aji Windu Adi Wuku Waring Agung atau tanggal 7 April 1725. Ayahnya bernama Kangjeng Pangeran Arya Mangkoe Negoro yang dibuang ke Sri Langka (ceylon), ibu bernama Raden Wulan, putri Pangeran Butar. Sejak di tinggalkan oleh ayah dan ibunya, Raden Mas Said/ Pangeran Sambernyawa bersama dengan adiknya, R.M. Ambia dan R.M. Sabar hidup dalam suasana kemelaratan danhampir tersisih dari keluarga Istana Keraton Kartasuro.

Menjelang usia 14 tahun, atas kehendak Paku Wubowo II, R.M. Said diangkat menjadi Mantri Gandek Keraton Kartasuro dengan Nama R.M. Ng. Suryokusumo. Pada usia 16 tahun, yaitu tahun 1740 di Batavia (Jakarta) terjadi pemberontakan China (Geger Pacinan) terhadap Belanda. Pemberontakan ini meluas ke daerah-daerah lain di pulau Jawa dan Kerajaan Mataram hendak menyerang Keraton Kartasuro yang telah berpihak kepada Bangsa Belanda. Pangeran Sambernyawapun pergi bersama teman-temannya meninggalkan Keraton Kartasuro. Mulai saat itu Pangeran Sambernyawa bergerilya untuk memimpin rakyat melakukan pemberontakan. Karena wilayah jangkauan yang termasuk daerah Surakarta dan sekitarnya, maka beliau menyimpan pusakanya di daerah Wonogiri. Sampai sekarang tempat ini masih berdiri seakan hendak bercerita kepada wisatawan tentang masa perjuangan serta liku-likunya.

WADUK GAJAH MUNGKUR

Waduk Gajah Mungkur diresmikan Penggunaannya oleh Presiden Soeharto tahun 1981 (dibangun dalam tempo 3 tahun 1979 - 1981). Tujuan utama pembangunan Waduk yaitu untuk pembangkit tenaga listrik dan untuk kebutuhan pengairan lahan pertanian milik masyarakat sekitarnya. Kemudian dikelola untuk kegiatan pariwisata, karena menjanjikan sejuta pesona untuk dinikmati oleh wisatawan. Melihat kondisi morfologi dan topografis, daerah Wonogiri khususnya Waduk Gajah Mungkur sangat strategis untuk olah raga udara dan air (layar, dayung). Wonogiri merupakan daerah perbukitan berupa lembah buta. Secara regional kawasan ini termasuk bagian dari topografis pegunungan Selatan dengan ketinggian bukit yang sangat bervariasi antara 15 - 20 meter. Daerah datar antar perbukitan menempati dasar-dasar bukit yang terpisah-pisah.

Umumnya bentuk lereng gunung lurus hingga cembung dengan panjang lereng bervariasi antara 50 - 300 meter, kemiringan lereng antara 25 - 60 derajat. Waduk dan bukit ini mempunyai nilai keindahan yang unik dan alami, berada pada tatanan alam yang menawan. Tugu peringatan berupa patung bedol desa yang terdapat di taman Rekreasi, menjadi saksi pengobanan 51 desa, kurang lebih 12.157 kepala keluarga dan 67.157 jiwa dengan cara bertransmigrasi bedol desa. Taman rekreasi ini memiliki kelengkapan antara lain kebun binatang mini, kolam renang serta arena permainan anak-anak. Tawaran lain bagi wisatawan selain ketiga fasilitas tersebut berupa mengarungi Waduk Gajah Mungkur sambil memancing atau hanya sekedar berpetualang menyusuri waduk seluar 9.700 hekatar dengan panjang waduk 1.452 meter, tinggi waduk 42 meter dan volume 730 juta meter kubik.

Wisatawan yang menyaksikan tempat budidaya ikan dengan sistem jala dan keramba terapung. Kenikmatan perjalanan akan lebih lengkap bila wisatawan mampir untuk makan di warung makan terapung sambil menikmati semilir angin berhembus. Untuk pengembangan aerowisata di kawasan waduk dibutuhkan penyediaan beberapa fasilitas yang secara garis besar dibedakan dan dikelompokkan menurut zona-zona serta dihubungkan dengan karakteristik wisatawan, permainan disediakan seorang instruktur dan pengawas (SAR) yang bertanggungjawab dari segi keamanan mengawasi, mengamankan dan menolong setiap wisatawan yang butuh pertolongan. Di kawasan waduk pernah diadakan kejuaraan Gantole Internasional Championship pada tahun 1994 yang lalu. Maka diharapkan itu menjadi awal yang baik dalam pengembangan olah raga. udara di waduk khususnya dan Indonesia Umumnya. Juga guna meningkatkan kemampuan dan prestasi penerbang gantole Indonesia. Di satu pihak diharapkan dapat menyerap wisatawan sebanyak mungkin untuk peningkatan pendapatan daerah dan devisa negara.

TAMAN SELOPADI

Taman Selopadi terletak 200 meter dari pusat kota Wonogiri, memiliki lokasi yangs angat strategis karena berada di tepi jalan yang menghubungkan kota Wonogiri dan Kota Sukoharjo maupun Solo. Dengan letak yang sangat strategis, maka cocok untuk bersantai setelah melakukan perjalanan jauh. Taman ini terletak di atas ketinggian, memunyai keunikan yang sangat menakjubkan karena bersandarnya sebongkah batu besar dengan berat kira-kira 10 ton pada sebatang pohon asam Jawa, keunikan ini oleh masyarakat Wonogiri disebut Plitheng Semar. Taman Selopadi merupakan tempat bersantai yang murah meriah bagi kawula muda. Dari taman ini wisatawan dapat menikmati keindahan Kota Wonogiri dan lalu lalangnya kendaraan bermotor dalam berbagai bentuk. Taman Selopadi memiliki luas areal 0,5 hektar dilengkapi dengan patung dari sebuah pondok pemantauan. Mengingat lokasi yang sangat strategis tersebut sudah seharusnya pihak pengelola taman mengembangkannya sehingga nantinya dapat menambah dan meningkatkan pendapatan daerah.

 
 

| Home | Tentang Kami | Site MAP | Bantuan | Kontak Kami | Buku Tamu |

Copyright © 2006 By Bakorlin II